Pages

Selasa, 16 Desember 2014

Cupcake Cokelat Putih Telur


Hari ini saya mau sharing satu lagi cake putih telur, kali ini dalam bentuk cupcake.  Putih telur yang dipakai gak banyak sih, cuma 150 gr, jadi gak terlalu siknifikan buat ngabisin putel untuk bakul kue seperti saya yang seringnya dapat orderan lapis legit dan creampuff…heheh.  Tapi ini lumayan lah sebagai penambah koleksi cake putih telur saya, apalagi rasanya juga enak.  Kayaknya bisa dijual juga nih…. (otak dagangnya bekerja…:p).

Teknik pembuatan cupcake ini mirip dengan chiffon cake, karena itu terigu yang di resep aslinya memakai terigu protein sedang saya ganti dengan protein rendah (kunci biru).  Kenapa?  Karena dulu pernah saya membuat chiffon cake dengan terigu protein sedang (karena waktu itu sedang gak punya terigu protein rendah), pada saat mencampur adonan basah dengan campuran terigu adonannya jadi sangat kental bahkan cenderung mengaret sehingga susah nyampur pada saat ditambahkan kocokan putih telur.  Saya rasa ini karena gluten diterigunya terbentuk karena adonan yang diaduk terlalu sering.  Tapi ini pengalaman pribadi saya ya, gak tau juga teori perbakingannya gimana..hehe.  Yuk ah, intip resepnya di bawah ini….


Cupcake Cokelat Putih Telur
Sumber: sajiansedap

Bahan:
50 gr butter + 50 gr margarine
150 gr dcc, potong-potong kecil
75 gr terigu protein rendah
25 gr susu bubuk
25 gr cokelat bubuk
¼ sdt baking powder
150 gr putih telur
1/8 sdt garam
100 gr gula pasir

Cara membuat:
1.   Campur terigu, susu bubuk, cokelat bubuk dan baking powder.  Ayak.  Sisihkan.
2.   Panaskan butter & margarine sampai leleh.  Matikan api.  Tambahkan dcc.  Aduk sampai cokelat larut.  Tuang ke campuran terigu.  Aduk rata.  Sisihkan
3.   Kocok putih telur sampai berbusa, tambahkan garam dan gula sedikit-sedikit sambil dikocok sampai mengembang (soft peak).
4.   Masukkan sedikit-sedikit ke campuran margarine dan tepung sambil diaduk perlahan.
5.   Tuang ke dalam cetakan cupcake yang sudah dialas cup kertas.  Oven dengan suhu 180°C selama 25 menit sampai matang.






Jumat, 28 November 2014

Gluten-Free Chocolate Brownies


Cake pertama yang saya bikin di awal-awal saya belajar baking adalah brownies.  Karena katanya siapa aja yang ingin mendalami dunia perkuehan, mulailah dari kue yang mudah dulu, dan katanya lagi kue yang mudah membuatnya itu adalah brownies.  Katanya lho ya…bukan kata saya, karena brownies pertama saya bisa dibilang gagal!  Waktu itu kan ceritanya saya masih pemula, mana tau saya kalau dalam dunia perbakingan gula itu ternyata banyak macamnya.  Jadi ketika diresep diminta memakai gula kastor, saya pikir itu gula pasir biasa yang selalu ada di rumah yang butirannya sering kasar.  Dan brownies yang saya bikin dulu itu cara pembuatannya juga sama seperti brownies yang ini, yang gulanya diaduk bersama cokelat dan butter leleh, bukan yang gulanya dikocok dengan telur.  Bisa dibayangin kan apa yang terjadi kalau gula yang saya pakai adalah gula yang butirannya kasar?  Dengan lugunya saya berpikir gulanya akan meleleh selama proses pemanggangan, eh ternyata semua gula mengendap dibagian bawah brownies!!!!  Kacau memang…! Dan bukan cuma itu aja, browniesnya juga ternyata manis bangeeet…..!  Lidah Sumatera saya menolaknya.  Sejak saat itu saya putus hubungan sama si brownies…..:(


Nah, begitulah sekelumit kisah masa lalu saya dengan brownies….LOL.  Sampai sekarang saya masih juga belum bisa jatuh cinta setengah mati sama si brownies ini.  Ya karena terlalu manis itu tadi (saya udah move on dari masalah gula yang gak larut itu…:-) ).  Bisa sih sebenarnya gulanya dikurangin banyak dari yang diminta resep, masih tetap jadinya brownies bukan dodol….hehe… tapi efeknya adalah lapisan shiny crustnya gak muncul :(  Jadi kalau pun akhirnya belakangan ini saya agak sering bikin brownies, saya akan pilih resep yang memakai gula gak terlaku banyak tapi shiny crustnya dapat, dan itu ketemunya di majalah Sedap.  Gak berlebihan manisnya dan saya suka (akhirnya…).  Sama seperti browniesnya David Lebovitz yang ini, gula yang dipakai cuma 150 gr (bandingkan dengan yang 1 resep pakai 350 gr gula), gak beda jauh dengan brownies klasik yang pernah saya bikin dan posting dulu.  Itu pun saat eksekusi gulanya saya kurangi jadi 120 gr, dcc nya saya tambah dan saya berikan juga sedikit kopi instan untuk menaikkan aroma cokelatnya.  Pas rasanya jadi brownies yang saya suka.  Jadi mulai jatuh cinta nih sama si brownies….:)



Gluten-Free Chocolate Brownies
Source: David Lebovitz modified by Me

Bahan:
85 gr butter
250 gr dark cooking chocolate. cincang halus
120 gr gula pasir halus (gula pasir biasa, blender halus)
2 gr kopi instan
2 btr telur
30 gr maizena
1 sdm cokelat bubuk
100 gr kacang mede, panggang lalu cincang kasar

Cara membuat:
1.   Campur butter dan dcc dalam bowl, tim sampai leleh dan licin.  Angkat.  Masukkan gula pasir dan kopi instan.  Aduk rata.  Biarkan hangat.
2.   Masukkan telur satu per satu.  Kocok rata.  Tambahkan cokelat bubuk dan maizena sambil diayak.  Kocok sampai rata selama 1 menit.  Masukkan kacang.  Aduk rata.
3.   Tuang ke loyang 20x20x3 cm yang sudah dialas kertas roti. Panggang dengan suhu 180°C selama 30 menit.


PS. Postingan brownies kali ini saya persembahkan untuk ikut memeriahkan event NCC Brownies Week.  Lulus dan dapat badge keren  di bawah ini.  Salam manis legit…:)


  




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...