Pages

Senin, 14 April 2014

Puding Kapucino Cokelat



Dulu pernah sekali saya membuat puding berlapis-lapis seperti ini, hasilnya jauh dari harapan.  Mungkin karena saya belum tau caranya, puding yang sudah di tuang ke cetakan kejar-kejaran mengerasnya dengan puding yang masih dalam wajan (yang belum dituang).   Malah lebih dulu mengeras adonan puding yang belum dituang ke cetakan dibanding yang sudah dituang.  Ujung-unjungnya saya cuma dapat puding dengan empat layer karena akhirnya saya tuang saja semuanya sebelum keburu mengeras :p  Dan enaknya bikin puding adalah, meskipun gagal hasilnya tetap jadi puding, dengan rasa yang sama, cuma beda di bentuk saja :)

Karena saya tidak ingin hal yang sama seperti dulu terulang lagi, minggu kemarin saat membuat puding ini saya usahakan untuk sedikit berepot-repot dengan menggotong kipas angin yang ada di ruang tamu ke dapur.  Pasti pada nanya ya, untuk apa kipas anginnya?  Kipas angin saya pakai untuk mempercepat set-nya adonan puding yang di cetakan.  Jadi, kipas angin saya nyalakan dan taruh di dekat puding yang di cetakan dan biarkan sampai permukaan puding ‘berkulit’ baru dituang adonan baru.  Tuangnya perlahan saja, ya.  Sementara agar puding yang masih dalam wajan tidak cepat mengeras, saya taruh wadahnya di dalam wadah lain yang lebih besar yang berisi air hangat.  Dan Alhamdulillah cara ini berhasil!  :)  So, cek resepnya di bawah ini.  Semoga sukses!!



Puding Kapucino Cokelat


Bahan 1 (kapucino):
900 ml susu cair
1 bks agar-agar bubuk
3 sachet (@25 gr) capuccino instan bubuk
75 gr gula pasir
1/8 sdt garam

Bahan 2 (cokelat):
450 ml air
4 gr agar-agar bubuk
50 gr gula pasir
75 gr dcc, potong-potong

Saus cokelat:
400 ml susu cair
50 gr gula pasir
1/8 sdt garam
2 sdt maizena
100 gr dcc, potong-potong

Cara membuat:
1.   Adonan kapucino: campur semua bahan dan masak dengan api sedang sambil diaduk sampai mendidih.  Tuang 2 sendok makan adonan di cetakan puding.  Biarkan setengah beku (berkulit)
2.   Adonan cokelat:  rebus air, agar-agar dan gula pasir sambil diaduk sampai mendidih.  Tambahkan potongan dcc.  Aduk sampai cokelat larut.  Tuang 1 sendok makan di atas lapisan kapucino.  Biarkan setengah beku.
3.   Lakukan bergantian sampai adonan  habis.  Dinginkan di kulkas.
4.   Saus cokelat: rebus susu, gula pasir, garam dan maizena sambil diaduk sampai meletup-letup.  Tambahkan potongan dcc.  Aduk sampai cokelat larut.  Matikan api.  Dinginkan.
5.   Sajikan puding dengan sausnya. 





Senin, 07 April 2014

Hokkaido Milk Loaf Bread



Minggu sore kemarin, sambil menikmati Hokkaido Loaf Bread ini yang sudah disulap jadi french toast, saya sambil bicara dalam hati….syukur dulu itu saya beli mixer BOSCH......  Belanja impulsif sih sebenarnya waktu itu (kebiasaan yang harus dibuang jauh-jauh ni...!).  Soalnya saya beli hanya karena temen juga beli dan waktu itu sedang harga promo (siapa yang gak suka harga promo, coba…!), dan lagi dapat bonus pula, timbangan digital dan blender :)  Saat baru dibeli cuma dipakai satu kali untuk membuat Roti Boy (waktu itu roti boy sedang booming…), setelahnya tersimpan dengan rapi di dalam box-nya yang nyaman….hehee.  Sampai beberapa tahun kemudian ‘tenaga’ si BOSH ini sering saya ‘pinjam’ untuk menguleni adonan roti karena saya mulai suka membuat roti di rumah.  Berbagai macam roti yang saya anggap menarik saya coba, terutama roti gandum yang jarang ada di bakery sini dan kalau pun ada harganya cukup menguras isi kantong.  Dan minggu kemarin si BOSCH ini juga ‘membantu’ saya membuat Hokkaido Milk Loaf Bread yang lembut dan milky ini, dan insyaallah akan tetap menemani saya di hari-hari membuat roti berikutnya.   Love you BOSCH….:)

Pernah saya baca satu artikel yang menyebutkan bahwa Hokkaido adalah salah satu wilayah di Jepang yang merupakan penghasil susu terbaik.  Mungkin itu yang membuat loaf bread ini sangat spesial.  Dan kabarnya harganya pun lumayan mahal di beberapa Bakery.  So, karena saya tinggal di kota yang Bakery-nya tidak menjual Hokkaido Milk Loaf Bread (setahu saya) apalagi Hokkaido Milk, maka pilihan yang tepat adalah membuat sendiri di rumah.  Resepnya banyak beredar di internet, tapi cuma dua yang menarik perhatian saya dan sudah saya bookmarked.  Satu dengan metode tangzhong dan satu lagi dengan direct method.  Pilihan saya jatuh ke cara yang terakhir.  Karena saya lihat dari resepnya cukup banyak bahan yang bisa jadi ‘agen’ pelembut roti.  Ada terigu protein rendah, susu full cream dan heavy cream.  Jadi gak perlu merepotkan diri membuat adonan  tangzhong segala.  Ntar  keburu semangatnya hilang :)


Hohoo… ternyata ini roti bener-bener lembut lho!  Bener banget testimoni para food blogger yang pernah bikin roti ini.  Lembut dan milky!  Saya pikir roti kentang saya yang ini sudah yang paling lembut, soalnya pakai kentang dan susu evaporated juga.  Tapi Milk Loaf Bread yang ini juara.  Cobain deh..!  Resep yang di bawah ini adalah resep yang saya sesuaikan agar cukup untuk loyang roti yang saya punya, dan agar lebih creamy dan rich,  jumlah heavy creamnya saya tambah dan susu cairnya saya kurangi sehingga jumlahnya sama banyak.   Happy baking!


Hokkaido Milk Loaf Bread
Source: angie’s recipes, modified by me

Bahan:
375 gr terigu protein tinggi
45 gr terigu protein rendah
20 gr susu bubuk
7 gr ragi instan
60 gr gula pasir
40 gr telur (1 btr telur, kalau berlebih, buang putihnya)
140 gr susu full cream cair dingin
140 gr heavy cream (whiped cream cair juga bisa)
1 sdt (4 gr) garam halus

Cara membuat:
1.   Ayak tepung terigu dan susu bubuk,  tambahkan ragi dan gula pasir. Aduk rata.
2.   Tambahkan telur dan susu cair sedikit–sedikit, lalu masukkan juga whipped cream, uleni sampai kalis.  Terakhir masukkan garam, uleni sampai elastis. 
3.   Bulatkan adonan.  Tutup dengan plastik atau serbet lembab yang bersih.  Diamkan 30 menit.
4.   Kempiskan adonan.  Bagi adonan 4 bagian, lalu bulatkan.  Diamkan 10 menit.
5.   Giling adonan lau gulung mamanjang.  Lakukan 2 kali.  Masukkan dalam loyang ukuran 26x12x11 cm yang sudah dioles dengan margarine.  Diamkan 60 – 75 menit.
6.   Oven dengan suhu 190°C selama 30 menit. 







Minggu, 30 Maret 2014

Brownies Kukus Keju Marble



Lihat gambar brownies kukus di atas?  Kelihatan seperti gak ada masalah, ya?  Well, cake ini sebenarnya hampir gagal, akibat dari ‘sedikit’ eksperimen dari saya.  Sedikit perubahan yang tidak sesuai pada bahan bisa membuat perubahan besar pada adonan dan hasil akhirnya.  Benar kata mereka yang bilang ‘baking is a science’ !  Oke, begini ceritanya…. Di kulkas saya punya kira-kira 130 gr keju mascarpone hasil coba-coba membuat keju mascarpone homemade dari 250 gr heavy cream (resep dan tutorialnya saya lihat di ineta).  Saya gak tau  apakah percobaan saya berhasil atau tidak karena saya belum pernah mencicipi keju mascarpone asli sebelumnya.  Tapi kalau dilihat dari bentuknya sih mirip dengan keju penampakan keju mascarpone homemade di blog yang saya contek.  Dengan meyakinkan diri sendiri bahwa percobaan saya berhasil, selanjutnya kejunya saya pakai untuk membuat Brownies Kukus Keju yang resepnya saya lihat di sajiansedap.com.  Di resep asli yang memakai cream cheese saya ganti dengan mascarpone homemade ini, dengan bayangan hasilnya bakal lebih oke.

Setelah proses timbang-menimbang bahan selesai dan dilanjutkan dengan memanaskan cream cheese (saya pakai mascarpone homemade) dengan susu, saya baru lihat ada masalah nih dengan adonannya.  Sama seperti ketika membuat japanese cheese cake, ketika cream cheese dimasak dengan susu kan dia akan menyatu dan menjadi larutan yang mulus, nah, punya saya kali ini larutannya berminyak dan sepertinya ‘pecah’ seperti butter yang dipanaskan terlalu lama.  Dan keadaan makin parah saat butter dan wcc cair dimasukkan.  Adonannya jadi ada endapannya…..hahahaha…. Dan seolah-olah keadaan masih kurang parah, entah dapat ide dari mana saya masukkan keju cheddar yang kebetulan tinggal sedikit di kulkas (kira-kira 75gr lah…), dan mau tau apa yang terjadi?  Adonannya malah jadi menggumpal sodara-sodara…..!!!!....wakakakaka… Tapi dengan pedenya saya lanjutkan membuat browniesnya.  Tanggung ini, pikir saya.  Lagian saya pengen tau juga separah apa sih hasil akhirnya nanti…. Dan saya bikin browniesnya motif marmer karena saya gak punya keju cheddar lagi untuk dijadikan topping seperti gambar di resep aslinya :)   Dan ternyata hasilnya gak parah-parah amat kok, malah saya bilang sih ini berhasil, cuma kurang cantik aja penampilannya :)  Teksturnya lembut seperti biasanya cake yang dikukus dan gurih banget (lihat aja bahan yang dipakai).  Alhamdulillah….lega deh…:)  Nah, begitulah teman-teman, pengalaman baking saya minggu ini.  Happy baking….






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...