Pages

Selasa, 19 Agustus 2014

Nastar Klasik



Assalamu’alaikum wr wb.  Halooow….apa kabar?  Gimana liburan kalian semua?  Hehee….kebangetan ya saya hari gini masih ngomongin liburan.  Tapi begitulah mood saya belakangan ini dalam hal baking dan ngeblog.  Suasana hati bawaannya holiday melulu :)  Ini juga belum hilang-hilang banget holiday mood-nya.  Gak ada baking apapun, kepikiran pun belum…:p  Yang akan saya posting ini pun cookies yang saya bikin untuk lebaran kemarin.  Hhhh….parah memang… Semoga mood malas ini segera pergi.  Wusss…wussss…..  Oya, karena ini masih Bulan Syawal belum telat saya rasa untuk mengucapkan Selamat Iedul Fitri 1435 H, mohon maaf lahir dan batin….Taqobbalallaahu minna wa minkum…. dan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-69…..!  Sekali merdeka tetap merdeka….!  Kita tolak penjajahan apa pun bentuknya….baik di Indonesia maupun di negara-negara lainnya….!


Setiap lebaran saya pasti bikin nastar.  Meski proses membuatnya gak cukup waktu sehari (dihitung dari membuat filling nenasnya), tapi rasanya gak lengkap penganan lebaran kalau gak ada nastar.  Iya, kan?  Dan nastar yang enak buat saya adalah nastar klasik yang gak dimodif apapun.  Paling banter ya ditambahin keju.  Itu juga enak.  Nah, kalau tahun lalu saya membuat nastar keju, tahun ini giliran nastar klasik.  Karena belum pernah sebelumnya, untuk olesan saya pakai resep yang ditambahkan sedikit madu karena saya penasaran gimana hasilnya…dan ternyata permukaan nastarnya jadi kecokelatan.  Meski rasanya enak banget tapi penampilannya kurang cantik menurut saya.  Kayaknya balik lagi ke resep olesan yang lama deh…


Nastar Klasik
Sumber: Buku ‘kue kering lezat & kreatif’ (saji)

Bahan:                                          
125 gr butter dingin
125 gr margarine
50 gr gula tepung
2 kuning telur
300 gr terigu
30 gr maizena
20 gr susu bubuk

Isi: disini

Olesan:
2 kuning telur
2 sdm susu cair
1/8 sdt madu

Cara membuat:
1.   Kocok butter, margarine dan gula tepung 1 menit.  Masukkan kuning telur.  Kocok rata.  Tambahkan terigu, maizena dan susu bubuk sambil diayak dan diaduk rata. 
2.   Bagi bagian isi masing-masing 5 gr, bulatkan. Bagi juga bagian kulit masing-masing 9 g, bulatkan. 
3.   Ambil bagian kulit, pipihkan, tarus isi, bulatkan.  Taruh di loyang yang sudah dioles margarine.
4.   Oven dengan suhu 140°C selama 20 menit.  Oles dengan bahan olesan.  Oven lagi dengan suhu yang sama selama 20 menit lagi sampai matang
 





Senin, 14 Juli 2014

Bubur Candil Hijau



Begitu pasta pandan homemade saya ready to use, sorenya saya pakai untuk membuat bubur candil ini.  Resepnya dari Majalah Sedap Pemula  ed. 42/IX/2008, yang sudah sedikit saya ‘permak’ menjadi resep seperti di bawah ini……..

Bubur Candil Hijau

Bahan:
Bola-bola ketan
150 gr tepung ketan
20 gr tepung sagu
20 ml air pandan (ekstrak pandan homemade)
30 gr gula pasir (blender halus)
110 ml + 1 sdm air hangat

Bubur
600 ml santan dari 1 btr kelapa
¼ sdt garam
90 gr gula pasir halus
37 gr tepung ketan, larutkan dengan
30 ml + 1 ½ sdm air pandan

Saus santan
200 ml santan dari ½ btr kelapa
¼ sdt garam
1 lbr daun pandan


Cara membuat:
1.   Bola-bola ketan: aduk rata tepung ketan, tepung sagu, air pandan dan gula pasir.
2.   Tuang air hangat sedikit-sedikit sambil diaduk sampai kalis.  Bentuk bola-bola sebesar kelereng.
3.   Rebus bola-bola ketan dalam air mendidih sampai terapung.  Angkat.  Sisihkan.
4.   Bubur:  masak santan, gula pasir dan garam sambil diaduk sampai mendidih.  Masukkan bola-bola ketan.  Aduk rata.  Tambahkan larutan tepung ketan dan air pandan.  Masak sampai kental dan meletup-letup.
5.   Saus santan:  campur semua bahan dan masak sambil diaduk sampai mendidih.
6.   Sajikan bubur hijau dengan saus santa.. 



 

Pandan Extract



Jum’at sore kemarin Ibu saya merapikan rumpun pandan yang tumbuh di sudut halaman rumah kami.  Itu pandan memang sudah banyak banget anakannya dan menjalar kesana-kemari, dan jadi gak kurang rapih kelihatannya.  Lumayan banyak juga daun yang masih bagus yang ‘disikat’ Ibu saya.  Karena gak rela dibuang begitu aja, akhirnya daun pandan yang masih bagusnya saya blender dan dijadikan pasta pandan homemade.  Kebetulan ada bubur yang ingin saya buat yang menggunakan air pandan.

Kalau berdasarkan instruksi dari buku resep yang saya punya, ekstrak pandan dibuat dengan cara menggilling daun pandan (tanpa air) sampai halus lalu diperas airnya.  Saya sudah pernah coba cara ini, dan gak berhasil. Air pandan yang didapat dikiiit banget….  Lalu saya beralih ke cara seperti di bawah ini dan Alhamdulillah berhasil meski harus menunggu ± 2 hari sebelum ekstrak pandannya bisa digunakan.


Dari resep ini menghasilkan 2 botol ukuran sedang jus pandan.  Lalu saya simpan semalaman di kulkas sampai terlihat endapannya.  Kemudian bagian bening di masing-masing botol saya buang dan endapannya saya satukan dalam satu botol.  Saya sertakan juga sedikit bagian beningnya supaya jus pandannya tidak terlalu pekat saat ditambah ke adonan kue.  Lalu air pandannya saya diamkan lagi dikulkas selama 1 hari.  Kalau ingin warna hijau yang sangat pekat gunakan bagian endapannya saja, tapi kalau ingin warna hijau yang sedikit ‘light’ kocok dulu jus pandannya sebelum digunakan agar bagian bening tercampur lagi dengan endapannya.  Saya suka banget dengan harum dan warna dari ekstrak pandan asli ini.  Terutama warnanya, hijau sedikit kekuningan, mirip green tea.  Saya kurang tau berapa lama tahannya ekstrak pandan ini di kulkas, karena pada hari ke-4 saya sudah menghabiskan semua untuk membuat bubur dan kue :)




Pandan Ectract
 
Bahan:
45 lbr daun pandan
300 ml air hangat

Cara:
1.   Potong-potong kecil daun pandan.
2.   Blender sebagian pandan bersama air hangat, lalu peras.  Ambil air perasan pandan ini untuk memblender pandan berikutnya.  Peras lagi.  Pakai lagi airnya untuk memblender.  Begitu seterusnya sampai daun pandan habis diblender semua.
3.   Tuang air jus pandan ke dalam botol.  Biarkan sarinya mengendap (± 2 hari).  Gunakan bagian endapannya sebagai pasta pandan.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...