Pages

Kamis, 28 Juni 2012

Cheesecake Brownies


Sebenarnya sudah lama pengen bikin brownies ini, tapi nyari-nyari krimcis yang ukuran kecil ga ada.  Yang ada di TBK ukuran 1 kg/pack dan mesti beli 1 pack.  Padahal resep ini cuma butuh 200gr krimcis aja.....Ga kebayang sisanya mau diapakan, dan lagi umur krimcis setelah kemasan dibuka sangat pendek.  Kalau aku praktek resep-resep yang berbahan krimcis secara marathon selama sebulan, yang ada diakhir bulan berat badanku naik 5 kilo (ga mauuuuu.....!!!!).

Kebetulan kemarin waktu cari bahan kue di C4, lihat krimcis Yummy yang light (berat ± 250 gr) dan langsung aku beli. Memang krimcis ini lebih lunak dan runny dibandingkan yang bentuk blok.  Tapi bismillah aja mudah-mudahan bisa. Dan ternyata bisa....dan enak..... 


Oya, resep yang aku pakai adalah resep dari Dave Lebovitz, tapi adonan krimcisnya tidak aku bentuk marmer melainkan aku buat menjadi layer kedua setelah adonan cokelat dan diatasnya aku beri motif cokelat seperti pada bolu gulung.  Di bawah ini adalah resep aslinya:


Cheesecake Brownies
One 9-inch (23cm) square pan

Bahan:
6 tablespoons (85g) unsalted butter, cut into pieces
4 ounces (115g) bittersweet or semisweet chocolate, chopped
2/3 cup (130g) sugar
2 large eggs, at room temperature
1/2 cup (70g) flour
1 tablespoon unsweetened cocoa powder
1/8 teaspoon salt
1 teaspoon vanilla extract
1/2 cup (80g) chocolate chips (icha: ga pake)

8 ounces (200g) cream cheese, at room temperature
1 large egg yolk
5 tablespoons (75g) sugar
1/8 teaspoon vanilla extract

Cara:
1.      Line a 9-inch (23cm) square pan with foil, making sure it goes up all four sides. Use two sheets if necessary. Mist with non-stick spray or grease lightly.
2.      Preheat oven to 350 degrees (180C).
3.      In a medium saucepan, melt the butter and chocolate over low heat, stirring until smooth. Remove from heat and beat in the 2/3 cup (130g) sugar, then the eggs.
4.      Mix in the flour, cocoa powder and salt, then the vanilla and chocolate chips. Spread evenly in the prepared pan.
5.      In a separate bowl, beat together the cream cheese, the yolk, 5 tablespoons (75g) of sugar, and vanilla until smooth.
6.      Distribute the cream cheese mixture in eight dollops across the top of the brownie mixture, then take a dull knife or spatula and swirl the cream cheese mixture with the chocolate batter.
7.      Bake for 35 minutes, or until the batter in the center of the pan feels just set.

Let cool, then lift out the foil and peel it away. Cut the brownies into squares.

Storage: These will keep in an airtight container for a couple of days. They also freeze well, too.






Rabu, 20 Juni 2012

Marble Almond Biscotti


Biscotti adalah sejenis cookies yang berasal dari Italy.  Membuatnya sebenarnya tidak sulit, hanya saja membutuhkan waktu lebih dibandingkan dengan membuat cookies pada umumnya.  Kalau cookies umumnya hanya di panggang sekali,  sementara biscotti dibutuhkan dua kali pemanggangan.  Sesuai dengan namanya ‘Biscotti’ yang berarti ‘twice cooked/baked’ (wikipedia).

Karena dua kali dipanggang, tekstur Biscotti jadi crunchy dan kering.  Karena itu cookies ini biasanya dimakan dengan cara dicelupkan ke susu, hot cokelat atau kopi terlebih dahulu.  Mmmmm.....Enaaak.........

Marble Almond Biscotti
Sumber: Majalah Sedap

Bahan:
125 gr mentega tawar (icha: 75 gr margarin + 50 gr butter)
200 gr gula tepung
2 btr telur
1 btr kuning telur
150 gr almond bubuk
½ sdt essens almond (icha: ga pake)
250 gr terigu protein sedang
25 gr susu bubuk
2 sdt baking powder
100 gr dark cooking chocolate, lelehkan

Cara:
1.      Kocok mentega dan gula tepung sampai lembut 2 menit.  Tambahkan telur satu per satu sambil dikocok rata.
2.      Masukkan almond bubuk dan essens almond (kalau pakai).  Aduk rata.  Tambahkan terigu, susu bubuk dan baking powder sambil diayak.  Aduk rata.
3.      Tambahkan dark cooking cokelat leleh di beberapa tempat.  Aduk pelan.  Bagi 2 adonan.  Gumpalkan dan bentuk lonjong.  Letakkan di loyang yang dioles margarin.  Oven 30 menit dengan suhu 180ºC.  Angkat dan dinginkan.
4.      Iris-iris miring (setebal ± 2 cm).  Letakkan di loyang tanpa dioles margarin.  Oven lagi 20 menit dengan suhu 150ºC.

Note:  Saat pengovenan ke-2, balik biscotti setelah 10 menit agar merata matangnya dan tidak cokelat sebelah.







Sabtu, 16 Juni 2012

Chocolate Muffin


Aku punya teman yang suka sekali dengan Muffin (apa kabar Ri?).  Sangkin sukanya dia pernah sarapan dengan muffin, makan siang muffin, makan malam juga muffin..... Hebat gak tuh anak?

Kalau mood makan sehatnya datang dia bisa sangat kreatif dengan resep muffinnya.  Terigu biasa diganti dengan tepung whole wheat lah, ditambah oatmeal lah, almond, apel, kismis, madu.....Trus kalo pengen yang asin dia kasih smoked beef, tuna, kornet...dll.....dll.... Cuma sambel terasi aja kali yang belum dia tambahkan ke muffinnya.....hihihi.....

Sayangnya kecintaannya sama muffin tidak menular ke aku.  Padahal membuatnya gampang sekali. Tinggal cemplungin bahan basahnya ke bahan kering trus aduk, tuang ke cup, masukin ke oven, udah..... Ga perlu pake mixer.   Tapi waktu mampir di blog ini dan lihat penampakan muffin cokelatnya yang aduhai.......jadi pengen nyoba aku. Cokelat gitu loh..... trus makannya pake diolesi cheese spread......yummmm.....


Kebetulan besok pagi-pagi mau ikutan cooking class di Resto Bumbu Desa yang  disponsori oleh Keju Kraft.  Pasti ga bakalan sempat buat sarapan yang ribet. Jadi sarapannya muffin ini aja.


Chocolate Muffin

Bahan:
Bahan Kering:
220 gr terigu protein sedang
40 gr cokelat bubuk
1 sdm baking powder (icha: 1/2 sdm aja)
200 gr gula halus
1 sdt garam

Bahan Basah:
2 btr telur
120 gr susu cair
60 gr vegetable oil (icha: minyak goreng biasa)

Isi:
100 gr kacang mede/kacang tanah,cincang (icha: ga pake)
40 gr havermuth
100 gr kismis (icha: DCC cincang)

 Cara:
1.      Campur semua bahan kering dan ayak.  Sisihkan.
2.      Campur semua bahan basah. Aduk rata.  Tuang ke dalam campuran bahan kering.  Aduk rata.
3.      Masukkan bahan isi, aduk rata lagi. 
4.      Tuang adonan ke cetakan muffin.  Oven dengan suhu 190ºC selama 20-25 menit.






Selasa, 12 Juni 2012

Donat Pisang


Satu lagi resep berbahan dasar pisang, Donat Pisang....  Setelah sebagian pisang kemarin aku buat Banana Cake, masih ada sedikit sisanya aku buatkan Banana Donut seperti di bawah ini.  Sedang malas topping menopping, jadinya donat ini cuma aku kasih taburan gula donat aja.  Tetap enak kok....
Penambahan pisang membuat donat ini moist dan kalo menurut aku sih seperti rasa pisang goreng....hehehe...


Donat Pisang
Sumber: Mbak Dewi Anwar (kitchen craft)

Bahan:
400 gr terigu protein tinggi
100 gr terigu protein sedang
100 gr gula pasir
1 bks ragi instan
½ sdt garam
1 sdt bread improver (icha: ga pake)
100 ml air (icha: 75 ml)
3 kuning telur
100 gr mentega (icha: margarin)
300 gr pisang ambon, haluskan (icha: pisang barangan)


Cara:
1.      Ayak semua terigu, masukkan gula pasir, ragi dan bread improver (kalau pake). Aduk rata.
2.      Tambahkan telur dan air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis.  Masukkan pisang, lalu masukkan margarin dan terakhir garam.  Uleni sampai elastis.  Bulatkan adonan, tutup dengan plastik atau kain lembab.  Diamkan 30 menit sampai mengembang.
3.      Kempiskan adonan, bagi masing-masing seberat 30 gr.  Bulatkan.  Bentuk dan lubangi tengahnya.  Atur dalam wadah datar yang sudah ditaburi terigu (supaya tidak lengket) sesuai dengan urutannya.
4.      Diamkan lagi selama 30 menit.  Goreng dengan api panas sedang sampai kecokelatan.  Beri topping sesuai selera.






Sabtu, 09 Juni 2012

Banana Cake

      Assalamualaikum Wr Wb, selamat datang di dapur-vanilla.  


Baking project yang pertama akan ku posting di dapur-vanilla adalah Banana Cake.  Kenapa...? Karena cake ini bukan cake faforit kami di rumah.  Tujuanku sebenarnya adalah bagaimana jenis cake yang satu ini bisa diterima di lidah kami. 

Sebelumnya sudah ada beberapa resep yang aku coba tapi hasilnya belum memuaskan, jadi tidak ku posting di sini.  Bisa dibilang pencarianku terhadap resep Banana Cake yang enak (paling tidak menurut kami ya..) sama dengan usaha Indiana Jones dalam menemukan harta karun.......hehehehe....... (lebay.com).  Soalnya sayang aja melihat pisang yang mulai kehitaman dan lembek berakhir di tong sampah.  Kalau akhirnya aku punya resep yang jitu dan para ‘juri’ di rumah bilang oke, kan artinya tidak ada lagi pisang yang mubazir.  Iya, kan?


Oke,segitu aja intronya.  Resep asli ada di blog ini. Seharusnya cake ini pake taburan keju atau kacang-kacangan di atasnya, tapi karena keduanya sedang tidak ada di dapurku, aku ganti dengan ganache aja.  Ini dia resepnya dengan sedikit modifikasi dari aku :


Banana Cake

Bahan:
100 gr gula pasir
5 butir telur
175 gr tepung terigu
1 sdt baking powder
1 sdm kayu manis bubuk (aku 1 sdt aja)
300 gr pisang ambon, haluskan (aku pake pisang barangan)
100 gr margarin/butter, lelehkan
Keju parut/kacang untuk taburan (aku pake ganache)

Cara:
1.      Siapkan cetakan loaf (aku pake loyang 22 x 22 cm), olesi dengan margarin dan alasi dengan kertas roti. Sisihkan. Panaskan oven 180°C. 
2.      Campur terigu, baking powder dan kayu manis bubuk, aduk rata. Sisihkan.
3.      Kocok gula dan telur sampai mengental, masukkan campuran tepung sambil diayak lalu masukkan pisang, aduk rata.  Terakhir masukkan margarin/butter cair, aduk rata.
4.      Tuang ke loyang.  Panggang selama ± 1 jam (aku 40-45 menit).  Keluarkan dari loyang.  Setelah dingin hias dengan ganache.

Notes:
·        Kalau takut cakenya bantat, bisa ditambahkan 1 sdt TBM.
·        Agar adonan tidak terlalu sering diaduk yang mana bisa menyebabkan cake bantat, sebelum dimasukkan ke adonan sebaiknya pisang dan butter/margarin cair dicampur terlebih dahulu.





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...