Pages

Sabtu, 02 Maret 2013

Roti Tawar Gandum 40%



Kalau kita senang baking biasanya kita selalu tergoda untuk mencoba resep-resep baru dari satu jenis cake, cookies, roti atau makanan lainnya yang sama.  Misalnya nih kita merasa sudah punya resep chocolate chip cookies enak dan menjadi andalan setiap kita membuat cookies dan kita merasa this is the best chocolate chip cookies ever!  Tapi kadang sekali waktu kita mikir gimana ya seandainya chocolate chip cookiesnya dibuat yang versi gluten free, atau adonannya ditambahkan cokelat bubuk sedikit, atau ditambahkan oatmeal misalnya, dan atau yang lainnya.  Kadang dari hasil coba-coba resep seperti ini kita ketemu resep yang lebih enak dari yang kita rasa the best sebelumnya itu, atau malah rasanya ancur sama sekali.  Tapi yang namanya percobaan ya sudah menjadi sunatullahnya seperti itu…. :)

Kemarin waktu ingin membuat roti tawar gandum, saya tergoda unuk mencoba resep baru yang ada di Majalah Sedap.  Biasanya kalau membuat roti gandum andalan saya selalu resep Whole Wheat Loaf Bread yg pernah saya posting dulu, karena saya suka dengan hasilnya.  Tapi sekarang kita coba resep baru ya….. Tepung gandumnya saya tambah sedikit dari resep aslinya menjadi 40% dari total tepung yang dipakai dan cara membuatnya saya sesuaikan dengan kebiasaan saya membuat roti.  Jujur, saya lebih suka roti gandum dengan resep yang ini.  Karena pemakain butter yang lebih banyak dari resep yang sebelumnya, roti ini jadi lebih harum.  Jadi, dalam daftar  resep roti tawar gandum saya yang ini the best dan yang sebelumnya jadi the second best…. so far :)



Roti Tawar Gandum
Sumber: Majalah Sedap ed. 9/XIII/2012


Bahan:
150 gr tepung gandum (saya pakai 200 gr)
350 gr tepung terigu protein tinggi (saya pakai 300 gr)
2 ¼ sdt ragi instan
30 gr gula pasir
30 gr susu bubuk
350 ml air es
50 gr mentega putih (saya pakai butter)
1 ½ sdt garam (saya cuma pakai 1 ¼ sdt)


Cara membuat:
1.    Campur tepung gandum, terigu, ragi instan, gula pasir dan susu bubuk.  Aduk rata.
2.    Tuang air es sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis.
3.    Masukkan mentega dan garam.  Uleni sampai elastis.  Bulatkan adonan, tutup dengan plastic atau serbet lembab.  Diamkan 30 menit.
4.    Kempiskan adonan lalu bagi dua.  Bentuk bulat lagi.  Diamkan 10 menit.
5.    Giling tipis memanjang.  Gulung sambil dipadatkan dan ditekan.  Giling lagi panjang dan gulung.
6.    Letakkan adonan di loyang loaf ukuran 25 x 9 x 7 cm yang sudah dioles margarine.
7.    Tutup dengan plastik, diamkan 75 menit sampai mengembang.
8.    Oven dengan suhu 180°C selama 30 menit.

Hasil: 2 loyang loaf








12 komentar:

  1. Hai mba Lisa, salam kenal :)
    Mba mau tanya kalau beli tepung gandum dimana ya? Tertarik pengen coba resep roti yang ini. Thanks ya mba :)

    BalasHapus
  2. Di kota-kota besar tepung gandum biasanya ada dijual di toko bahan kue besar, mbak. Memang agak susah sih nyarinya, di Medan ini kemarin saya malah ketemunya di toko bahan makanan India. Biasanya mereka pakai tepung gandum untuk membuat capatti atau roti pratha. Salam kenal juga, Mbak Woro. Trimakasih sudah mampir :)

    BalasHapus
  3. assalamu'alaikum... mbak lisa salam kenal (eih serasa manggil diri sendiri) hehehe.. suka deh sm blognya... cuantiikkk....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam Wr Wb. Salam kenal balik, Mb Lisa (juga)....hihihi. Terimakasih sudah mampir ya. Blog mbak juga cantik sekali. Inspiratif banget. Setiap mampir kesana pasti selalu ada resep baru dan foto yg cantik-cantik :)

      Hapus
  4. resep yang sangat menarik dan patut untuk di coba...thanks ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan dicoba Mbak. Mudah-mudahan cocok dengan resepnya....

      Hapus
  5. Mbak Lisa kalau membuat roti dengan air es apakah jadi? katanya harus dengan air hangat, terimakasih Mbak Lisa.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  7. Mbak Anonim :), setiap membuat roti cuma sekali saya menggunakan air hangat, selebihnya menggunakan air es. Fungsi air es disini untuk menjaga kestabilan suhu adonan agar tidak panas. Kalau adonan panas ntar kerja raginya berkurang. Meski saya pernah membuat roti dengan air hangat dan rotinya jadi, tapi saya masih belum faham fungsinya di adonan. Mbak sering membuat roti pakai air hangat, ya? Apa fungsinya ya, mbak? Sharing dong...

    BalasHapus
  8. Assalamu'alaikum.. mbak lisa.. salan kenal.. hihi..
    Ini pertama x aku visit k blog mbak tapi sukaaaaaaaaaaaaa banget sm blognya. . Oya mbak kalau air pakai air hangat raginya gak mati mbak tapi kerja fermentasinya jadi cepat banget sedangkan yang diharapkan dari pemakaian air dingin itu agar ragi bekerja perlahan" dengan hasil yang memuaskan (ini jika pakai instant ragi) tapi kalau pakai dry yeast harus dikasih air hangat dulu supaya raginya aktif mbak.. itu hasil baca" dari buku dan internet mbak. . (Just sharing y mbak bukan menggurui hihi)..
    Sekali lagi salam kenal mbak..
    Wassalamu'alaikum. .
    (^_^)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ooo..begitu ya. Tambah ilmu baru lagi nih. Gak kok, saya gak merasa digurui. Thanks ya Mbak Zie sudah mampir & sharing ilmunya...:)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...