Pages

Jumat, 10 Mei 2013

Kalau Nasi Sudah Menjadi Bubur, Selanjutnya Apa…..?


Sedih?... Marah?......Atau jadi terserang baking blue dan gak pengen baking lagi seumur-umur?  Ya gak dong….!  Kalau nasi sudah menjadi bubur, kan masih bisa dibikin jadi bubur ayam, kan? :))).  Jadi, itu lah yang saya lakukan kemarin waktu bereksperimen lagi dengan resep roti gandum.  


Seperti yang saya pernah bilang dulu, karena saya suka dengan hasil roti gandum yang saya buat waktu itu (resep yang ini), saya melakukan beberapa percobaan dengan resep yang sama.  Dari yang awalnya resep asli cuma memakai 30% tepung gandum dari total tepung yang digunakan, saya tambahkan menjadi 40% dan berhasil, lalu saya coba buat lagi dengan menambahkan persentase tepung gandumnya menjadi 60% dan berhasil juga, dan akhirnya kemarin ketika tepung gandumnya saya tambahkan menjadi 80% rotinya gak mau mengembang alias bantat :((  Teksturnya padat, kalau dipukulkan ke meja kayu bunyinya keras banget.  Langsung lemes ni badan ngeliatnya…dan itu roti saya anggurin aja di lemari selama sehari. 

Setelah ngambeknya saya hilang, saya miki-mikir ini roti bantat mau dijadikan apa.  Mau dibuang sayang.  Akhirnya rotinya kami konsumsi seperti roti biasa.  Disandwich pakai selai cokelat kacang homemade, cuma rotinya diiris tipis-tipis supaya gak terlalu berasa bantatnya :)  Dengan cara seperti ini, satu loyang roti bisa dihabiskan.  Satu loyang lagi saya olah menjadi pudding roti (pake resepnya Mbak Wati ), karena saya pikir roti bantat saya ini mirip kerasnya dengan roti baguette (miripnya jauh bangt sebenarnya :) ) dan pudding roti kayaknya pilihan yang tepat!  Alhamdulillah…..akhirnya roti hasil eksperimen gagal ini terselamatkan dari kemubaziran…:)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...