Pages

Sabtu, 26 Januari 2013

Mini Apple Pie



Kamis kemarin Kota Medan diguyur hujan seharian.  Meski hari libur tapi bawaannya malas aja mau keluar.  Lebih enak di rumah, bergelung di bawah selimut sambil baca buku ditemani dengan secangkir susu cokelat hangat dan sepiring kecil camilan……hmmmm.  Tapi camilannya apa ya?  Waktu itu di rumah sedang tidak ada camilan.  Kebetulan di kulkas ada 3 buah apple.  Ya sudah….berleha-lehanya ditunda dulu.  Singsingkan lengan baju….ambil mixer bowl dan spatula…..saya buat Apple Pie….!

Saya sudah pernah membuat apple pie sebelumnya yang pake metode sekali oven.  Maksudnya kulit pie tidak dioven setengah matang dulu tanpa filling.  Saya gak terlalu suka yang seperti itu.  Crust yang dibagian bawah berasa masih basah dan kurang matang gitu… Tapi itu masalah selera aja sih…:)  Karena itu kali ini crustnya saya oven terlebih dahulu tanpa filling sampai setengah matang, kemudian diberi filling dan dioven lagi sampai matang.

Gak lama kemudian saya duduk di sofa….tarik selimut….buka buku….ditemani teh hangat (susu cokelatnya habis juga….:-p) dan semangkuk kecil mini apple pie fresh from the oven………



Mini Apple Pie


Bahan:
Crust
125 gr margarine
50 gr gula tepung
1 btr telur
200 gr terigu protein sedang
30 gr susu bubuk
¼ sdt baking powder

Apple filling
700 gr (3 bh) apple, kupas lalu potong kotak-kotak kecil
30 gr gula palem
30 gr gula pasir
½ sdm air lemon
1 sdt kayumanis bubuk
1/8 sdt garam
1 sdm butter
1 sdm maizena
50 gr kismis (rendam sebentar dengan air panas lalu tiriskan)
Kuning telur untuk olesan


Cara membuat:
1.    Crust:  ayak terlebih dahulu terigu, susu bubuk dan baking powder.  Campur semua bahan crust jadi satu menggunakan pastry blender atau garpu sampai berbutir-butir.  Bulatkan.  Bungkus dengan plastik lalu simpan di kulkas sementara membuat fillingnya.
2.    Apple filling: panaskan butter, tumis apple sampai agak layu.  Tambakan gula pasir, gula palem, garam, kayumanis bubuk dan air lemon, aduk rata.  Tambahkan kismis, aduk rata.  Masak sebentar sampai mendidih dan gula mengkaramel.  Masukkan maizena.  Aduk sampai mengental.  Sisihkan.
3.    Keluarkan adonan crust dari kulkas.  Giling setebal ½ cm.  Masukkan dalam cetakan pie mini diameter 5 cm.  Tusuk-tusuk.
4.    Oven kulit pie (crust) dengan suhu 175°C  selama 15 menit sampai setengah matang. 
5.    Keluarkan pie crust dari oven, beri isi, tutup lagi atasnya dengan bahan crust.  Oles dengan kuning telur.  Oven lagi pie selama 20 menit sampai kecokelatan.


NB.  Resep bahan crust saya ambil dari buku '20 Kue Cokelat Mini' terbitan Saji.


Hasil:  ± 25 buah





 

Minggu, 20 Januari 2013

Lapis Surabaya Green Tea



Sejak saya mulai suka baking, saya punya daftar cake-cake atau dessert yang saya ingin buat.    Beberapa diantaranya sudah, tapi lebih banyak yang belum.  Bukan karena malas, tapi karena kesombongan saya waktu membuat list itu.  Waktu itu serasa semuanya serba gampang, mudah, gak sulit, kecil,….dll…dll….:-) Padahal yang masuk list saya itu cake yang banyak layernya semisal opera cake, lapis surabaya, lapis legit, tiramisu cake dan sejenisnya.  Waktu itu saya gak nyadar kalau saya cuma punya otang yang bisa muat maksimal 1 bh loyang 30 x 30 cm….. :-)

Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, baking gak seru ya kalau gak ada tantangannya….  Saya belum akan membuat opera cake yang ada 6 layer itu, tapi lapis surabaya yang 3 layer. Pasti ada cara mengakalinya…… ;-)

Sebagai percobaan pertama saya pilih resep dari blog mbak Nien karena lapis surabaya-nya hanya memakai sedikit telur dan menggunakan loyang 10 x 30 cm (3 buah).  Karena saya cuma punya  2 bh loyang, cake saya oven dalam dua antrian.  Pertama kali saya oven 2 bagian yang plain (tidak ber-green tea), begitu yang plain ini keluar dari oven, baru adonan yang ber-green tea saya masukkan.  Pasti pada nanya, adonan yang green tea apa tidak turun selama adonan yang plain dioven?  InsyaAllah tidak .  Kan cakenya tipis jadi hanya perlu dioven sebentar (15 menit), jadi adonan green tea-nya tidak menunggu terlalu lama.  Saya pernah baca di satu artikel, lupa punya siapa, di situ ditulis agar adonan yang ngantri dimasukkan ke kulkas saat menunggu giliran dioven agar adonan tidak turun.  Kemarin itu saya praktekkan dan berhasil.  Bagian yang antri (green tea) tidak bantat.  


Karena saya sangat berhati-hati dalam berurusan dengan sponge cake, cake ini saya buat tidak seperti yang di tulis Mbak Nien di blognya, tapi seperti biasa saya membuat sponge cake.  Saya masih pemula, masih belum berani terlalu banyak bereksperimen..:-)  Oya, cake-nya enak, lembut dan manisnya pas.  Tapi jangan dibandingkan dengan Lapsur yang pake banyak kuning telur, ya….. jelas beda….


Lapis Surabaya Green Tea


Bahan
6 btr telur
150 gr gula pasir (saya pake 135 gr)
¼ sdt garam (saya gak pake)
30 gr emulsifier (saya cuma pake 15 gr)
175 gr terigu kunci biru (protein rendah)
3 sdm susu bubuk
½ sdt vanilla bubuk (saya gak pake)
75 ml susu cair
150 gr mentega, cairkan
2 sdt bubuk green tea
100 gr butter cream untuk filling (saya pake selai apricot)


Cara membuat:
1.    Campur susu dan mentega cair, aduk rata.  Sisihkan.
2.    Campur susu bubuk dan terigu, ayak.  Sisihkan.
3.    Kocok telur bersama gula dan emulsifier sampai mengembang dan kental berjejak.  Masukkan campuran terigu dan susu bubuk sambil diayak, aduk rata. 
4.    Tambahkan campuran mentega dan susu cair, aduk rata.
5.    Bagi adonan 3 bagian sama banyak.  Satu bagian tambahkan green tea bubuk, aduk rata.  Tuang ke 3 bh loyang 10 x 30 x 3cm yang sudah dialasi kertas roti.  Oven dengan suhu 200°C selama 15 menit sampai kuning kecokelatan.
6.    Keluarkan cake dari loyang, tumpuk cake dengan posisi yang green tea di tengah dan diberi olesan selai diantaranya.
 




Selasa, 15 Januari 2013

Macaroni Schotel




Ini dia salah satu makanan yang sering saya buat kalau ingin makan sesuatu  yang lain selain nasi.  Yang membuat Macaroni Schotel ini jadi favorit karena selain membuatnya gampang, rasanya juga enak.  Daging yang dipake juga serba instan, semisal daging kornet, smoked beef atau sosis (saya gak bangga dengan ini….:-( ).  Jadi tinggal dicemplungin aja.  Ada juga bahan yang lain seperti keju dan susu (yang full cream lebih enak !).   Meski enak dan bikin ketagihan tapi Macaroni Schotel bukan jenis makanan yang bisa dikonsumsi tiap hari.  Kecuali buat kamu-kamu yang gak punya masalah dengan berat badan ya…..hihihi… :-)

Resep Macaroni Schotel yang ini tidak terlalu eneg, karena keju yang saya pake tidak terlalu banyak.  Tapi kalau teman-teman ingin menambahkan silahkan saja.




Macaroni Schotel


Bahan
200 gr macaroni elbow, rebus lalu tiriskan dan perciki dengan sedikit minyak goreng
2 sdm margarin
1 bh bawang bombay ukuran sedang, cincang halus
2 – 3 siung bawang putih, cincang halus
1 kaleng daging korned (190 gr)
4 bh sosis/ smoked beef, potong-potong
100 gr keju cheddar, potong-potong kotak kecil
4 btr telur, kocok lepas
300 ml susu cair
½ sdt garam
½ sdt kaldu sapi bubuk
½ bh pala, parut (bisa juga pake pala bubuk)
¾ sdt merica bubuk

Saus putih
2 sdm margarine/butter
30 gr terigu
500 ml susu cair
½ sdt merica bubuk
½ sdt pala bubuk
¼ sdt garam
50 gr keju cheddar, parut
Keju cheddar secukupnya untuk topping


Cara membuat:
1.    Panaskan margarine, tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum.  Masukkan daging korned & smoked beef/sosis, tumis sampai matang dan berubah warna.
2.    Campur dalam satu wadah macaroni, tumisan daging, telur, keju cheddar, susu cair, garam, kaldu bubuk, pala & merica.  Aduk rata.
3.    Tuang ke dalam pinggan tahan panas yang sudah dioles margarine.  Ratakan dan tekan-tekan sedikit.  Oven dengan suhu 175°C selama 20 – 25 menit.
4.    Saus putih: panaskan margarine dengan api kecil sampai meleleh, tambahkan terigu, aduk cepat sampai rata.  Masukkan susu sedikit-sedikit sambil diaduk sampai rata dan licin.  Tambahkan keju cheddar parut, aduk rata.  Bumbui dengan merica, garam dan pala.  Aduk rata.  Aduk terus sampai mengental.
5.    Keluarkan macaroni dari oven, tuang saus putih keatasnya, tabiru dengan keju cheddar parut.  Oven lagi selama ± 15 menit sampai permukaannya kecokelatan.
 




Senin, 07 Januari 2013

Brownies Kukus Ketan Hitam





Sudah pernah buat atau makan brownies kukus? Versi yang mana aja, baik yang Amanda maupun yang Ny. Liem punya.  Enak kan?  Buat saya enak.  Tapi browkus ketan hitam ini dua kali lebih enak! Beneran!  Perpaduan tepung ketan hitam yang legit dengan cokelat menghasilkan browkus dengan rasa yang….woww!  Ternyata cake yang gurih dan sedap aromanya tidak harus pake butter.  Buktinya di brownies ini tidak pake butter melainkan minyak goreng, tapi hasilnya enak banget, malah penambahan minyak goreng membuat browniesnya jadi moist. 

Saya sudah beberapa kali membuat browkus ini.  Pertama kali bikin rasanya terlalu manis buat saya, karena itu dipercobaan selanjutnya gulanya saya kurangi menjadi 175 gr saja, dan cara membuatnya saya tuliskan sesuai cara saya.  Terimakasi banyak buat Mbak Ricke yang sudah mau sharing resepnya.  Katanya resep ini salah satu andalan jualanya beliau lho…




Brownies Kukus Ketan Hitam


Bahan
6 btr telur
200 gr gula pasir ( saya pake 175 gr saja)
1 sdt emulsifier
¼ sdt garam
1 sdt vanilla (saya gak pake)
250 gr tepung ketan hitam
20 gr cokelat bubuk
100 gr dark cooking chocolate, cincang kecil-kecil
200 gr minyak goring atau margarine yang dilelehkan
2 sdm susu kental manis (saya pake SKM yang cokelat)

Meises cokelat untuk filling secukupnya


Cara membuat:
1.    Campur tepung ketan hitam dan cokelat bubuk, lalu ayak.  Sisihkan.
2.    Lelehkan dark cooking cokelat dengan cara ditim, tambahkan minyak goreng, aduk rata.  Masukkan SKM cokelat, aduk rata lagi.  Sisihkan.
3.    Dalam wadah lain, kocok telur bersama gula dan emulsifier sampai mengembang dan kental berjejak.  Masukkan campuran tepung sambil diayak, aduk rata dengan spatula.  Tambahkan campuran cokelat, aduk rata lagi.
4.    Tuang ½ bagian adonan kedalam loyang 20 x 20 cm yang sudah dialasi kertas roti.  Kukus dengan api sedang selama 10 menit.
5.    Taburi dengan meises cokelat, tuang kembali ½ bagian sisa adonan.  Kukus lagi selama 20-25 menit sampai matang.


 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...