Pages

Kamis, 20 Februari 2014

Panettone



Panettone adalah sejenis roti manis yang berasal dari Milan, Italia dan biasanya dihidangkan pada saat Natal dan Tahun Baru.  Tidak seperti roti manis yang selama ini kita kenal di Indonesia, panettone ini bentuknya sangat unik, yaitu berbentuk silinder.  Tingginya sekitar 12 – 15 cm dan beratnya bisa mencapai 1 kg.  Meski panettone dibuat dengan beberapa varian semisal plain saja atau cokelat, tapi panettone klasik biasanya berisikan manisan buah, irisan kulit jeruk dan kismis atau kalau mau ditambahkan kacang juga boleh.

Perkenalan pertama saya dengan roti panettone adalah ketika salah satu gerai roti waralaba Jakarta (atau Singapore, ya?)  buka cabang di Medan.  Waktu itu yang ngantri banyaaak banget, mungkin karena baru kayaknya semua orang pada latah pengen beli roti disitu.  Tapi karena saya orangnya anti-mainstream…heheh, saya gak ikutan nongkrong berjam-jam disitu  hanya untuk beli 1 atau 2 buah roti.  Saya belinya setahun setelah gerai roti itu dibuka :p, itu pun setelah mereka memiliki sertifikat halal MUI yang ditempel di dinding tokonya yang sayangnya berumur tidak lama (mereka tidak lagi mengajukan perpanjangan SH :p ).  Dari begitu banyak varian roti di toko itu, pilihan saya jatuh ke panettone karena saya belum pernah makan roti ini.  Dia bukan roti isi cokelat, isi keju, sosis atau abon yang sudah biasa ada di toko-toko roti yang lain.  Dia panettone, roti dengan campuran buah kering dan kacang di dalamnya dan bentuknya silinder (alasan yang aneh ya…:) ).  Lagi pula, tujuan kita mendatangi toko roti atau resto baru kan untuk mencoba menu baru yang gak ada di toko lain, kan?....Iya, kan? (gak maksa, cuma nanya….. tapi, iya, kan?.....hehehe.)

Dibandingkan dengan roti cokelat atau keju yang fillingnya melimpah dengan rasa sangat ‘rich’, panettone bisa dibilang ‘humble’ dari segi rasa (buat saya, ya…).  Tapi I like it so much….. buah-buahan kering dan orange zestnya bikin roti tidak membosankan.  Enak banget di makan pagi-pagi dengan secangkir teh hangat.


Seperti yang sering terjadi setiap saya mencoba resep baru, dalam proses pembuatannya sering terjadi ‘sesuatu’.  Kali ini ‘sesuatu’ itu adalah adonannya terlalu lembek, karena itu saya tambahkan tepung sesendok-sesendok sampai pada sendokan ke-3 akhirnya adonan kompak (mudah diuleni).  Nah, entah karena penambahan tepung ini atau hal yang lain yang saya gak tau apa, pada saat proofing adonan tidak mengembang dengan baik meski sudah mengikuti waktu yang diinstruksikan di resep.  Akhirnya waktu proofing saya tambah menjadi proofing pertama yang di resep ditulis 30 menit menjadi 1 jam, dan proofing kedua dari 1 jam menjadi 2 jam.  Alhamdulillah rotinya jadi dan tidak asam.


Resep panettone ini saya dapat dari buku ‘Aneka Roti Mancanegara’, tapi saya buat dengan cara seperti membuat roti biasa.  Entah karena ‘eksperimen’ saya ini yang membuat adonan menjadi lembek atau tidak, saya gak tau.  Tapi ya sudah lah, yang penting rotinya jadi dan saya senang….:)

Panettone


Bahan:
6 gr (1 ½ sdt) ragi instan
150 ml susu cair hangat
400 gr + 3 sdm tepung terigu protein tinggi
½ sdt garam
2 btr telur
2 kuning telur
75 gr gula pasir
150 gr mentega (saya pakai 100 gr butter + 50 gr margarine)
100 gr sultana
75 gr kismis
75 gr kacang mede/almond (tambahan dari saya)
Kulit dari 2 bh jeruk Sunkist, potong-potong kotak kecil  (usahakan agar bagian putih kulitnya tidak ikut terpotong agar tidak pahit)

Cara membuat:
1.   Larutkan ragi + sedikit gula dengan susu hangat.  Aduk rata.  Biarkan 15 menit.
2.   Campur terigu, sisa gula pasir, telur dan larutan ragi.  Uleni sampai kalis.
3.   Tambahkan butter + margarine dan terakhir masukkan garam.  Uleni sampai elastis. 
4.   Bulatkan.  Tutup dengan plastik atau serbet lembab.  Diamkan selama 30 menit (saya:1 jam).
5.   Kempiskan adonan.  Tambahkn sultana, kismis, kacang dan kulit jeruk.  Uleni sebentar sampai menyebar rata. 
6.   Bagi adonan masing-masing 60 gr.  Taruh di loyang pannetone atau loyang bentuk silinder ukuran kecil (saya pakai ukuran diameter 6 cm dan tinggi 5 cm).  Diamkan selama 1 jam (saya: 2 jam).
7.   Oven dengan suhu 180°C selama 13 menit.  Begitu keluar dari oven segera oles dengan butter.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...