Pages

Jumat, 28 November 2014

Gluten-Free Chocolate Brownies


Cake pertama yang saya bikin di awal-awal saya belajar baking adalah brownies.  Karena katanya siapa aja yang ingin mendalami dunia perkuehan, mulailah dari kue yang mudah dulu, dan katanya lagi kue yang mudah membuatnya itu adalah brownies.  Katanya lho ya…bukan kata saya, karena brownies pertama saya bisa dibilang gagal!  Waktu itu kan ceritanya saya masih pemula, mana tau saya kalau dalam dunia perbakingan gula itu ternyata banyak macamnya.  Jadi ketika diresep diminta memakai gula kastor, saya pikir itu gula pasir biasa yang selalu ada di rumah yang butirannya sering kasar.  Dan brownies yang saya bikin dulu itu cara pembuatannya juga sama seperti brownies yang ini, yang gulanya diaduk bersama cokelat dan butter leleh, bukan yang gulanya dikocok dengan telur.  Bisa dibayangin kan apa yang terjadi kalau gula yang saya pakai adalah gula yang butirannya kasar?  Dengan lugunya saya berpikir gulanya akan meleleh selama proses pemanggangan, eh ternyata semua gula mengendap dibagian bawah brownies!!!!  Kacau memang…! Dan bukan cuma itu aja, browniesnya juga ternyata manis bangeeet…..!  Lidah Sumatera saya menolaknya.  Sejak saat itu saya putus hubungan sama si brownies…..:(


Nah, begitulah sekelumit kisah masa lalu saya dengan brownies….LOL.  Sampai sekarang saya masih juga belum bisa jatuh cinta setengah mati sama si brownies ini.  Ya karena terlalu manis itu tadi (saya udah move on dari masalah gula yang gak larut itu…:-) ).  Bisa sih sebenarnya gulanya dikurangin banyak dari yang diminta resep, masih tetap jadinya brownies bukan dodol….hehe… tapi efeknya adalah lapisan shiny crustnya gak muncul :(  Jadi kalau pun akhirnya belakangan ini saya agak sering bikin brownies, saya akan pilih resep yang memakai gula gak terlaku banyak tapi shiny crustnya dapat, dan itu ketemunya di majalah Sedap.  Gak berlebihan manisnya dan saya suka (akhirnya…).  Sama seperti browniesnya David Lebovitz yang ini, gula yang dipakai cuma 150 gr (bandingkan dengan yang 1 resep pakai 350 gr gula), gak beda jauh dengan brownies klasik yang pernah saya bikin dan posting dulu.  Itu pun saat eksekusi gulanya saya kurangi jadi 120 gr, dcc nya saya tambah dan saya berikan juga sedikit kopi instan untuk menaikkan aroma cokelatnya.  Pas rasanya jadi brownies yang saya suka.  Jadi mulai jatuh cinta nih sama si brownies….:)



Gluten-Free Chocolate Brownies
Source: David Lebovitz modified by Me

Bahan:
85 gr butter
250 gr dark cooking chocolate. cincang halus
120 gr gula pasir halus (gula pasir biasa, blender halus)
2 gr kopi instan
2 btr telur
30 gr maizena
1 sdm cokelat bubuk
100 gr kacang mede, panggang lalu cincang kasar

Cara membuat:
1.   Campur butter dan dcc dalam bowl, tim sampai leleh dan licin.  Angkat.  Masukkan gula pasir dan kopi instan.  Aduk rata.  Biarkan hangat.
2.   Masukkan telur satu per satu.  Kocok rata.  Tambahkan cokelat bubuk dan maizena sambil diayak.  Kocok sampai rata selama 1 menit.  Masukkan kacang.  Aduk rata.
3.   Tuang ke loyang 20x20x3 cm yang sudah dialas kertas roti. Panggang dengan suhu 180°C selama 30 menit.


PS. Postingan brownies kali ini saya persembahkan untuk ikut memeriahkan event NCC Brownies Week.  Lulus dan dapat badge keren  di bawah ini.  Salam manis legit…:)


  




Sabtu, 22 November 2014

Napoleon Cheese Pie


Kue-kue berukuran mungil memang sangat cocok disajikan di acara apa saja.  Sebut saja misalnya arisan, pesta perkawinan, ulang tahun, pengajian, atau sebagai teman minum teh saat bersantai di rumah pun oke.  Ukurannya yang mini membuat kita tidak cepat kenyang sehingga kita bisa mencicipi beberapa macam kue lain yang disediakan tuan rumah.  Mengambil dan meletakkan  2 – 3  macam kue-kue imut ini dalam satu piring kecil masih kelihatan sopan menurut saya.  Atau kamu bisa juga mengambil 5 – 6 macam dalam satu piring kalau cukup pede untuk gak grogi saat di pelototin sang tuan rumah dan tamu yang lain…hihihi.  Kue-kue yang dibikin mungil pun bisa bermacam-macam.  Bisa seloyang cake yang dipotong-potong kecil lalu dihias dengan siraman ganache atau buah, ada juga pie, sus, risol, puding….you name it.

Cheese pie yang saya posting kali ini juga bisa dijadikan salah satu alternative menu camilan pesta atau snack box.  Rasanya enak, perpaduan renyahnya kulit pie dan lembut serta gurihnya cheese cake.  Bisa kan ngebayanginnya? :)  So, selain fruit pie, brownie pie, pie susu dan quiche lorraine (belum kesampaian bikin ini), sekarang ada napoleon cheese pie yang bisa dimasukkan kedalam list menu snack andalan kamu….. ;) 


Ada sedikit kecelakaan waktu saya membuat pie ini.  Karena disambi telephonan, kulit pienya jadi agak sedikit kecokelatan (keasikan ngobrol sih…), yang harusnya dipanggang 10 menit kebablasan jadi 25 menit… :p, padahal itu baru di pemanggangan pertama, dan pastinya kalau saya lanjutkan memberi filling dan dipanggang lagi akan gosong jadinya.  Jadi saya bikin sekali lagi adonan kulitnya dan saat memanggang saya tunggguin di depan oven sambil sebentar-sebentar diintip melalui kaca oven…:)  Akhirnya kulit pie batch pertama itu saya bikinkan mini fruit pie…yum yumm…



Napoleon Cheese Pie
Sumber: Mbak Rika Kristiawan, yang saya lihat di blognya Mbak Afterina

Bahan:
Kulit Pie:
200 gr margarine
85 gr gula halus (saya: 50 gr tepung gula)
1 btr telur
325 gr tepung terigu

Isi:
(A). 250 gr susu cair
       4 kuning telur
       65 gr butter
       65 gr maizena
       100 gr cream cheese (saya pakai cheese spread)
       ½ sdt garam halus

(B).  4 putih telur
       100 gr gula pasir (saya pakai 60 gr)

Keju cheddar parut utnuk topping

Cara membuat:
1.   Kulit: kocok margarine, gula dan telur sampai lembut asal rata.  Masukkan terigu.  Aduk rata dengan spatula.  Giling adonan.  Cetak di cetakan pie mini yang sudah dioles tipis margarine.  Tusuk-tusuk dengan garpu.  Oven setengah matang dengan suhu 170°C selama 10 – 15 menit.
2.   Isi A: kocok butter dan kuning telur sebentar saja asal rata.  Masukkan cream cheese/ cheese spread.  Kocok rata.  Tambahkan maizena.  Aduk rata.
3.   Masukkan susu cair dan garam.  Aduk rata.  Masak di atas api sedang sambil diaduk sampai meletup-letup dan agak mengental.  Matikan api.  Sisihkan.
4.   Isi B: kocok putih telur sampai berbuih, masukkan gula sedikit-sedikit sambil dikocok sampai kaku. 
5.   Masukkan adonan isi B ke dalam adonan isi A secara bertahap.  Kocok rata.  Tuang isi ke dalam kulit pie.  Taburi dengan keju cheddar parut.  Oven dengan suhu 170°C selama ± 45 menit sampai matang. 







Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...